-->

atas

    Tampilkan postingan dengan label Patologi Klinik. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Patologi Klinik. Tampilkan semua postingan

    Kamis, 20 Februari 2025

    Aspek Penting Pengambilan dan Pengujian Darah Ikan

    Pengujian darah (hematologi) pada ikan, menjadi bagian penting dalam berbagai studi. Darah dapat menjadi suatu indikator adanya perubahan terhadap suatu kondisi atau perlakuan tertentu. Keakuratan hasil pengujian darah sangat bergantung pada faktor-faktor yang berkaitan dengan tehnik maupun metode pengambilan darah. Pengambilan sampel darah ikan yang tidak sesuai atau tidak sesuai kaidah dapat mempengaruhi hasil analisis. Berikut ini adalah beberapa aspek yang harus diperhatikan ketika melakukan pengambilan dan pengujian darah ikan.

    Handling ikan
    Pengambilan darah pada ikan dapat dilakukan dengan mengangkat ikan dari air. Namun demikian, terdapat resiko stress pada ikan sehingga pengambilan darah harus dilakukan sesegera mungkin. Pada kondisi tertentu, pengambilan darah dapat dilakukan tanpa mengangkat ikan dari air dengan merestrain ikan dengan jaring, dengan posisi kepala dan insang tetap berada di dalam air.

    Tehnik pengambilan darah ikan
    Pada pengambilan darah dengan tehnik potong ekor, tabung mikrokapiler disarankan digunakan untuk menghindari tercampur dengan jaringan tubuh. Tehnik pengambilan ditentukan dengan pertimbangan cepat dan jumlah yang terambil mencukupi. Saat pengambilan sampel ikan tidak boleh stress agar tidak mempengaruhi hasil pengujian. Apabila tidak dilakukan anestesi, mata ikan harus ditutup agar ikan lebih tenang.

    Kamis, 21 Maret 2019

    Prosedur Pembuatan apus darah pada ikan

    Preparat ulas/apus darah dibuat segera setelah dilakukan pengambilan darah guna menghindari penurunan kualitas sel. Tujuan pembuatan preparat apus darah adalah untuk menghitung jumlah leukosit dan trombosit, mengamati morfologi eritrosit, atau lebih jauh lagi adalah menghitung indeks fagositik. Prinsip dasar pembuatan preparat adalah melakukan ulas dengan setetes darah sepanjang objek gelas. Hasil ulasan kemudian diwarnai menggunakan pewarna tipe Romanowsky yang mengandung azure A, azure B, metil blue, metil violet (e.g., Wright’s stain, Giemsa stain, atau rapid stains sepertis Diff-Quik atau Accustain)

    Alat dan bahan

    Rabu, 26 September 2018

    Hematologi ikan - bagian 2

    A. Stem Sel
    B. Eritrosit
    C. Trombosit

    Hematologi ikan bagian - 2

    D. Leukosit

    a. Agranulosit
    Sel ini merupakan yang paling dominan pada Teleostei dan elasmobranchii. Pada proses pembentukannya, terdapat dua bentuk sel yaitu:

    - Limfoblast
    Merupakan diferensiasi dari hemoblast limfoid kecil dan serupa dengan proerythroblast. Perbedaannya adalah sitoplasma yang tercat merata

    - Prolimfosit
    Sel spheroid ini berdiameter 7-15nm dengan sitoplasma tercat azure tanpa granulasi azurophil. Nukleusnya di pusat, bulat, memiliki lekukan tapi tidak menyentuk membrane sel. Membrane nuleus, material kromatin, dan nucleoli cukup mencolok. Sel ini bukanlah sel fagosit namun aktif bermitosis. Keberadaanya pada pembuluh darah perifer mengindikasikan adanya kondisi patologis. Rasio sitoplasma dengan nucleus adalah 1,25-2:1

    Minggu, 23 September 2018

    Hematologi Ikan - bagian 1


    Darah merupakan salah satu komponen dalam tubuh yang dapat menjadi alat bantu diagnostik yang penting bagi hewan termasuk ikan. Pada dunia hewan terrestrial, darah telah diaplikasikan sebagai pendukung diagnosa dalam berbagai kasus penyakit. Hal yang serupa pun kini diadaptasi terhadap hewan eksotik seperti amfibi, reptil, burung, dan tidak menutup kemungkinan pada ikan. Namun demikian, pada ikan, data hematologi darah kurang memberikan banyak informasi. Hal ini disebabkan adanya faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perubahan nilai hematologi. Oleh karenaanya ketika hematologi dijadikan suatu dasar diagnosa penyakit, beberapa faktor harus menjadi pertimbangan, seperti spesies, jenis kelamin, asal ikan, suhu air, kimia air, pakan, umur ikan, tehnik sampling, tehnik perhitungan darah, tehnik pewarnaan, dan personel yang menguji. 

    Fungsi dan komponen darah pada ikan
    Darah pada ikan, sebagaimana pada hewan tingkat tinggi lainnya tersusun atas sel darah dan plasma darah. Sel darah sendiri terdiri dari kelompok sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah (trombosit). Sedangkan plasma darah mengandung fibrinogen dan ion-ion anorganik dan komponen organik yang berperan dalam metabolisme. Fungsi penggumpalan darah dan produksi antibody menjadi salah satu fungsi darah. Darah juga membantu membawa substansi penting tubuh dan mendistribusikannya melalui sistem peredaran darah. Sel darah merah membawa oksigen , sel darah putih melindungi tubuh, dan kombinasi trombosit dan fibrinogen membantu menghambat kebocoran pembuluh darah sekaligus mempertahankan aliran darah.